Mataram – Hingga memasuki hari ketiga pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII NTB, Panitia Penyelenggara (Panggar) dari KORMINAS dinilai tidak profesional. Pasalnya, update klasemen perolehan medali belum dilakukan dengan cepat sehingga banyak provinsi yang merasa dirugikan.
KORMI Jawa Timur menjadi salah satu KORMI provinsi yang menyampaikan protes keras. Ketua KORMI Jatim, Dr. Hudiyono menilai ketidakprofesionalan KORMINAS terlihat dari unggahan klasemen medali yang sangat lambat. Sampai hari ketiga kemarin, Minggu 27 Juli 2025 perolehan medali Jawa Timur masil nol.
“Kami merekap mandiri untuk medali Jatim sudah lebih dari 50 medali. Ada 20 emas, 15 perak dan 19 perunggu. Sampai dengan pagi ini pukul 10.00 WITA update medali Jatim hanya terpublis di website www.fornasviiintb.com hanya 4 medali, 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Keterlambatan ini sangat tidak profesional untuk perhelatan festival olahraga seperti FORNAS. Sebelumnya di Jabar atau Sumsel tidak pernah seperti ini,” tegasnya saat dikonfirmasi, Senin (28/7/2025).
Ketua Kontingen Jawa Timur, Prof. Andun Sudijandoko menilai ketidaksiapan Panggar dari KORMINAS harus segera dievaluasi. “Proses update medali ini kan berdasarkan laporan technical delegate (TD) pertandingan. Jika TD dari Inorga yang tidak segera melaporkan, maka Panggar harus tegas memberikan teguran. Jangan diam saja,” ujarnya.
Ia meyakini protes serupa juga sudah mulai dilakukan oleh provinsi lain. “Artinya yang dirugikan disini bukan hanya Jawa Timur, tapi banyak provinsi lain yang merasakan dampaknya,” ungkapnya.
Walaupun rekap data perolehan medali sudah dilakukan masing-masing provinsi berdasarkan laporan dari Inorganya yang bertanding, data resmi dari Panggar FORNAS VIII NTB yang menjadi acuan utama. “Kami juga harus melaporkan update perolehan medali kepada pimpinan di Jawa Timur. Kalau seperti ini kan repot, kami sudah berjuang dan bertanding meraih banyak medali tapi tidak segera terekap oleh pusat,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal KORMINAS, Kemalsyah Nasution saat dikonfirmasi oleh Sekretaris KORMI Jawa Timur hanya menjawab protes Jatim dengan kalimat singkat. “Mungkin sistemnya. Harap maklum Pak Toni dan mohon maaf atas kekurang nyamanannya,” jawab Kemal kepada Sekretaris KORMI Jatim. (red)

