Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Timur resmi menyerahkan pelaksanaan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) kepada KORMI Nasional.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi KORMI kabupaten/kota se-Jawa Timur bersama Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Provinsi Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Sabtu (13/12/2025).
Rapat yang berlangsung di Aula Soegondo Djojo Poespito, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur, dipimpin Wakil Ketua IV KORMI Jawa Timur, I Wayan Sudharma. Ia ditunjuk sebagai pimpinan rapat karena kepengurusan KORMI Jawa Timur saat ini berstatus demisioner.
Ketua II Portina Jawa Timur, Biasworo Adi Suyanto, menjelaskan penyerahan kewenangan pelaksanaan Musprovlub kepada KORMI Nasional dilakukan menyusul berakhirnya masa jabatan Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum KORMI Jawa Timur.
“Penunjukan PLT berdasarkan surat Ketua Umum KORMI Jawa Timur tertanggal 1 September 2025 telah berakhir. Sesuai AD/ART, maka pelaksanaan Musprovlub diserahkan sepenuhnya kepada KORMI Nasional,” kata Biasworo.
Dalam berita acara rapat koordinasi, peserta menyepakati sejumlah keputusan penting, termasuk penetapan komposisi panitia pelaksana Musprovlub.
Panitia akan melibatkan satu unsur demisioner KORMI Provinsi Jawa Timur, yakni Andun Sudijandoko, satu perwakilan KORMI kabupaten/kota atas nama Sani Sinarsana Kisit, serta satu perwakilan Inorga Provinsi Jawa Timur, Biasworo Adi Suyanto.
KORMI Nasional juga akan menunjuk perwakilannya secara langsung. Rapat koordinasi tersebut dihadiri 35 KORMI kabupaten/kota se-Jawa Timur serta seluruh Inorga anggota KORMI Provinsi Jawa Timur. Tingkat kehadiran dinyatakan lengkap dan memenuhi kuorum organisasi.
Biasworo menambahkan, KORMI Nasional nantinya akan bertindak sebagai pimpinan sidang Musprovlub sekaligus menerbitkan surat keputusan panitia. Setelah surat keputusan diterbitkan, penjaringan bakal calon Ketua Umum KORMI Jawa Timur akan dibuka selama 30 hari.
“Penjaringan terbuka bagi seluruh anggota, namun calon wajib diusulkan secara resmi oleh Inorga atau KORMI kabupaten/kota. Tidak ada penunjukan sepihak atau aklamasi,” ujarnya.
Musprovlub KORMI Jawa Timur direncanakan tetap digelar di wilayah Jawa Timur dengan kehadiran KORMI Nasional. Jika surat keputusan terbit pada akhir Desember 2025, proses penjaringan bakal calon diperkirakan dimulai awal Januari, sementara Musprovlub dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026.
Terkait pembiayaan, Biasworo menyebut KORMI kabupaten/kota dan Inorga Provinsi Jawa Timur siap mendukung pelaksanaan Musprovlub sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi. “Seluruh tahapan akan berjalan sesuai AD/ART dan mekanisme organisasi,” tuturnya.
Sementara itu, I Wayan Sudharma menjelaskan rapat sempat diwarnai perdebatan terkait penggunaan istilah organisasi, seperti “karteker”, delegasi, dan pelaksana tugas. Namun, perbedaan tersebut disepakati hanya sebatas istilah dan tidak menyangkut substansi kewenangan.
“Di AD/ART memang tidak ada istilah karteker. Tapi pada prinsipnya hampir sama dengan pelaksana tugas. Intinya adalah penunjukan dari organisasi untuk menjalankan kegiatan organisasi,” kata I Wayan.
Ia menegaskan, forum sepakat menggunakan istilah Ketua Pelaksana Tugas sebagai penanggung jawab organisasi selama masa transisi kepengurusan yang berstatus demisioner.
Masa kerja Ketua Pelaksana Tugas dibatasi sekitar dua bulan dengan fokus utama menyiapkan dan melaksanakan Musprovlub, terangnya.
Terkait pencalonan ketua definitif, I Wayan menyebut tidak ada pembatasan jumlah bakal calon. Seluruh proses akan dilakukan melalui mekanisme penjaringan sesuai persyaratan yang diedarkan ke KORMI kabupaten/kota.
“Siapa pun bisa mendaftar sepanjang memenuhi syarat. Jumlah calon sangat dinamis,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan Musprovlub untuk menjamin keberlanjutan program kerja KORMI Jawa Timur, termasuk agenda olahraga masyarakat tingkat provinsi.
Hal lain jadi pertimbangan, lanjutnya termasuk juga sedang berjalan kesiapan para inorga tampil di Kabupaten Jember yang telah ditetapkan sebagai tuan rumah kegiatan melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur.
“SK Gubernur sudah ada dan tuan rumah sudah ditetapkan. Maka harus segera ada kepemimpinan definitif agar seluruh program bisa berjalan,” tutur I Wayan.
Mewakili pengurus KORMI, I Wayan menyampaikan bahwa komunikasi dan keterbukaan antarpengurus menjadi kunci agar proses Musprovlub dapat segera dijalankan.
Ia juga meminta dukungan pengurus KORMI Nasional agar tahapan Musprovlub di Jawa Timur bisa segera dimulai.
“Saya terbuka dan berharap ini bisa segera diawali.Dengan keterwakilan Mbak Debi Sisilia Samoa sebagai pengurus KORMI Nasional yang berada di Jatim ini sekaligus dapat mengetahui permasalahan ini secara utuh,” ujarnya dalam rapat koordinasi.
Ia menambahkan, soliditas tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi agenda-agenda ke depan, termasuk pelaksanaan berbagai ajang olahraga rekreasi di tingkat provinsi.
“Dengan kebersamaan ini, kita berharap KORMI Jawa Timur bisa tetap berjalan dan menghadapi agenda-agenda organisasi ke depan dengan baik,” tutupnya.
Debi pun menanggapi dan menegaskan bahwa KORMI Jawa Timur bersama Inorga serta KORMI kabupaten/kota memiliki keinginan yang sama untuk segera menyelenggarakan Musprovlub sebagai jalan keluar organisasi.
Menurutnya, proses tersebut penting untuk memastikan keberlangsungan kepemimpinan KORMI Jawa Timur ke depan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ruang diskusi yang sehat di internal organisasi. Perbedaan pandangan dinilai wajar selama tidak berujung pada konflik personal.
“Kita harus terbiasa berdiskusi dan berdebat dalam satu organisasi. Itu bukan berarti bermusuhan, justru itu yang membuat organisasi berjalan sehat,” ucapnya.

