Kota Surabaya berhasil unggul dari Kota Mojokerto dengan selisih 2 poin pada jenis olahraga (jenor) sumpitan di Cabang Organisasi Olahraga Masyarakat/Induk Organisasi Olahraga (COOM/Inorga) Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA).
Surabaya meraih medali emas dengan poin 90. Disusul oleh Kota Mojokerto menyabet perak dengan poin 88 dan medali perunggu untuk Sidoarjo dengan raihan poin 77.
Pertandingan dalam gelaran Festival Olahraga Masyarakat Daerah Provinsi Jawa Timur II Tahun 2024 (FORDA Jatim II/2024) ini berlangsung di Area Parkir Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (30/11/2024).
Sebanyak 10 kabupaten/kota berpartisipasi yaitu Surabaya, Jember, Sumenep, Sidoarjo, Bondowoso, Kabupaten Malang, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, dan Tuban.

Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) pertandingan sumpitan dilakukan oleh Technical Delegate PORTINA, Biasworo Adi, Ketua Kontingen Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Surabaya, Heru, dan Wakil Ketua IV KORMI Jawa Timur, I Wayan Sudarma.
Heru menyebutkan kunci kemenangan Kontingen Surabaya dalam sumpitan adalah persiapan yang matang.
”Kami di PORTINA khususnya di sumpitan sudah melakukan persiapan enam bulan sebelum pertandingan, jadi bukan sehari atau dua hari. Tim yang diturunkan adalah tim senior sumpitan Surabaya,” terangnya.
Sebagai informasi, sumpitan merupakan olahraga tradisional yang mengangkat kearifan lokal dari Suku Dayak. Dalam sumpitan, peserta menggunakan tulup dengan pipa panjang untuk melepaskan jarum sumpitan ke sasaran.
FORDA Jatim II/2024 di Kota Surabaya yang digelar oleh KORMI Provinsi Jawa Timur ini diikuti 33 kabupaten/kota, 36 Inorga dengan jumlah peserta 3.677 pegiat olahraga masyarakat, pelatih dan official. Jumlah kabupaten/kota yang mengikuti FORDA II naik 36,3 persen. Jumlah Inorga naik 13,8 persen dan peserta naik lebih dari 40 persen.

