Sidoarjo – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Timur, bekerjasama dengan Pasmar 2, sukses menyelenggarakan lomba panahan tradisional atau jemparingan dan sumpitan. Acara ini bertujuan untuk melestarikan olahraga tradisi dan mencari atlet atau penggiat yang berprestasi dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Pasmar 2, Gedangan, Sidoarjo.
Ketua KORMI Jatim, Hudiyono, menyampaikan pentingnya melestarikan olahraga tradisional seperti panahan tradisional dan sumpitan. “Panahan tradisional atau jemparingan dan sumpitan adalah olahraga tradisi yang harus dilestarikan. Dengan dilombakan, KORMI Jawa Timur juga berupaya mencari atlet atau penggiat yang berprestasi,” ujar Hudiyono.
Olahraga jemparingan dan sumpitan menonjolkan kearifan lokal dan masih diminati masyarakat, terutama di Jawa Timur. “Berbeda dengan panahan modern, jemparingan ini menggunakan alat yang sederhana. Saat lomba, peserta mengenakan pakaian adat seperti batik, udeng, atau blangkon. Sementara sumpitan menggunakan tulup dengan pipa panjang yang ditiup untuk melepaskan jarum agar mengenai sasaran,” tambahnya.
Meskipun terlihat sederhana, Hudiyono, yang akrab disapa Cak Hud, menekankan bahwa olahraga jemparingan dan sumpitan tidaklah mudah. “Diperlukan kekuatan kaki, badan, dan tangan. Selain itu, konsentrasi dan fokus juga penting agar anak panah atau jarum sumpitan dapat tepat mencapai sasaran,” jelasnya.
Lomba ini tidak hanya menjadi wadah untuk melestarikan olahraga tradisi, tetapi juga untuk menggali potensi atlet yang mampu bersaing dan mengharumkan nama Jawa Timur dalam ajang-ajang olahraga tradisional.
